Aku tidak datang untuk menggurui
Aku datang untuk menemani langkahmu
Sahabat…
Kalau boleh aku jujur, perjalanan hidupku tidak selalu terang.
Aku dibesarkan di sebuah desa kecil di Jepara,
tempat angin sore, suara burung, dan aroma tanah basah
menjadi bagian dari masa kecilku yang sederhana.
Di sanalah aku belajar tentang keheningan.
Tentang sunyi yang justru memeluk.
Tentang mimpi-mimpi yang belum berani aku ucapkan.
Saat merantau ke Jakarta,
aku bertemu dunia yang jauh lebih bising dari hatiku.
Aku pernah ditolak.
Pernah gagal.
Pernah merasa tidak terlihat.
Dan ada masa ketika aku berjalan,
tapi seperti tidak benar-benar hidup.
Tubuhku ada, tapi jiwaku seperti tertinggal di suatu tempat yang tidak bisa kutemukan.
Namun justru dari titik paling sunyi itulah
aku menemukan sesuatu yang mengubah hidupku.
Aku menemukan kesadaran.
Aku belajar mendengar napasku sendiri, belajar hadir, belajar duduk dengan luka yang pernah mengeras bertahun-tahun.
Perlahan…
aku mulai pulang ke diriku.
Keheningan kecil itu menuntunku kembali.
Dan di dalam keheningan itulah aku berjanji satu hal
"Jika suatu hari aku pulih, aku ingin menjadi lentera kecil bagi siapa pun yang sedang berjalan dalam gelap "
Sekarang…
Itulah yang aku lakukan.
Tanpa suara yang keras, tanpa tuntutan, tanpa jarak antara aku dan kamu.
Aku percaya setiap orang berhak memiliki ruang di dalam dirinya yang terasa aman, jernih, dan lembut.
Ruang yang membuatmu bisa bernapas lagi, melihat arah lagi, dan mengenali dirimu yang sesungguhnya.
Dan jika hari ini kamu sedang tersesat,
atau hatimu mulai kehilangan cahayanya…
Tenang, Sahabat.
Kamu tidak harus menemukan jalanmu sendirian.
Di sini ada ruang untukmu.
Dan aku akan menemanimu pulang
ke dirimu sendiri.